Minggu, 13 Januari 2013

PELAYANAN BURUK DI KANTOR PAJAK


Banyak tulisan atau iklan di tempat keramaian umum, seperti stasiun kereta api, terminal bus, dan bandara serta billboard besar di tepi jalan raya agar masyarakat sadar membayar pajak. Sangat disayangkan imbauan itu tidak diikuti pelayanan yang baik oleh semua pegawai kantor pajak.
Saya mengunjungi lima tempat pelayanan terpadu kantor pajak, yaitu 2 kantor di Jakarta Barat, 2 di Jakarta Selatan dan 1 di Tangerang. Saya menjumpai beberapa pelayanan buruk di gerai (kounter) pelayanan yang tidak jauh berbeda. Sebagian besar petugas melayani tanpa senyum, tanpa mengucapkan terima kasih, tidak ramah, ada yang pada jam pelayanan terlihat memakai sandal jepit di sekitar gerai (kounter), toilet kotor, dan pelayanan lambat. Saat masuk ke suatu ruangan di lantai atas, saya melihat ada pegawai yang sedang baca koran, ngobrol, dan suasana kerja santai sekali, padahal masih jam kerja.
Sementara itu, untuk ganti nama Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) waktunya lama, paling cepat satu bulan. Petugas yang melayani pun belum datang meski sudah jam kerja. Ketika waktu istirahat, petugas tidak bergiliran. Akibatnya, kantor sudah tutup, wajib pajak masih antre. Begitu pula dengan tempat parkir. Paling depan/paling nyaman untuk kepala kantor atau pegawai pajak. Adapun wajib pajak sebaliknya.
Mesin Q untuk antre ada, tetapi tidak difungsikan sehingga tidak ada kenyamanan, apalagi pelayanan memuaskan. Padahal, kunjungan wajib pajak untuk menunjang pemasukan negara. Saya merasa visi/moto Direktorat Jendral Pajak (DJP) yang tertulis mencolok di Kantor Pelayanan Pajak Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat Dua: “Menjadi Model Pelayanan Masyarakat
yang Menyelenggarakan Sistem dan Manajemen Perpajakan Kelas Dunia. Yang Dipercaya dan Dibanggakan Masyarakat,” masih terbatas slogan. Diharapkan, Direktur Jendral Pajak melakukan kunjungan secara rahasia mendadak ke kantorkantor
pelayanan pajak sehingga dapat mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan oleh bawahannya. Jangankan bertemu dengan kepala kantor, ingin memberi masukan tentang PBB saja bukan main sulitnya, hanya cukup dilayani Kepala Seksi Eselon IV, seperti yang saya alami di Kantor Pelayanan Pajak Kanwil DJP Jakarta Selatan II di Jalan KH. A. Dahlan.
Adji Bintarto,Komplek DPR RI II C 25, Meruya Selatan Jakarta.
Sumber: Kompas, 12 September 2007

http://www.crayonpedia.org/mw/Penulisan_Surat_Pembaca_9.2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar